Profil SMP Negeri 3 Malang
SMP Negeri 3 Malang merupakan sekolah warisan pemerintah Belanda. Cikal bakal
SMP Negeri 3 Malang adalah Sekolah MULO WILHEMINA. Sekolah ini berdiri pada
tanggal 17 Maret 1950. Pada tahun 1960, nama Sekolah MULO WILHEMINA diubah oleh
pemerintah Republik Indonesia menjadi SMP Negeri 3 Malang dengan semboyan
Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka).
Bina Taruna Adiloka
(Bintaraloka) diambil dari bahasa Sansekerta yaitu ‘bina’ yang
berarti mendidik, ‘taruna’ yang berarti generasi muda, ‘adi’ yang berarti
terbaik, dan ‘loka’ yang berarti sasana/tempat. Berdasarkan semboyan yang
dipilih oleh para pendahulu itu tampak secara jelas bahwa SMP Negeri 3 Malang
adalah tempat menempa generasi muda untuk menjadi manusia-manusia terbaik.
Untuk mewujudkan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka) dalam aktivitas nyata di SMP Negeri 3 Malang, seluruh civitas academy SMP Negeri 3 Malang mengaktualisasikan semboyan tersebut dalam nafas visi, misi, tujuan, dan sasaran SMP Negeri 3 Malang.
Mewujudkan siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 3 Malang unggul dalam penguasaan IPTEKS yang berlandaskan IMTAQ, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan.
- Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif, dan efisien bagi guru dan siswa.
- Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah dan membudayakan sikap peduli terhadap lingkungan hidup.
- Melengkapi dan memberdayakan media pembelajaran secara maksimal untuk meningkatkan prestasi akademis siswa.
- Menyelenggarakan program kegiatan kompetensi dan kompetisi bagi pengembangan profesi guru dan prestasi siswa.
- Menjalin kerja sama antara sekolah, orang tua siswa, Komite Sekolah, dan Stake Holder secara rutin.
- Melengkapi sarana kesenian dan olahraga guna meningkatkan prestasi dalam bidang kesenian dan olahraga.
- Meningkatkan kualitas kegiatan ilmiah tim PIR / KIR ke tingkat nasional dan internasional.
- Meningkatkan pengamalan ajaran agama yang dianut secara benar.
- Mempertahankan persentase kenaikan kelas dan kelulusan mencapai 100%.
- Melaksanakan tata tertib sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Karyawan).
- Memantapkan program 6 S dan 1 T (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan, Santun, dan Toleransi).
- Melahirkan generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kota, provinsi, dan nasional dalam pengembangan bakat dan minat ekstrakurikuler.
- Menyelaraskan fasilitas yang telah dimiliki sekolah sesuai dengan kemajuan dan globalitas perkembangan dunia pendidikan.
- Meningkatkan pelaksanaan 7K.
- Membekali siswa dengan teknologi informasi (IT) agar mampu mengakses berbagai informasi secara positif melalui internet/ICT.
- Sekolah mencapai peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan.
- Mencapai standar pembelajaran yang berbasis ICT
- Mengembangkan inovasi pembelajaran untuk meraih prestasi akademis dan nonakademis
- Mampu mengembangkan pencapaian standar kelulusan maksimal